Uhuyyy akhirnya cerpen gue untuk tugas Bahasa Indonesia dari Bu Nova, guru yang lucu dan favorit anak-anak...dengan penuh haru dan bangga...jadi juga. Biar gue sering nulis cerpen juga,tapi masalah inspirasi dan menuangkannya itu gak bisa diatur semaunya lah ya bo'. Makanya gue baru bisa dapet ilham pas bentar lagi deadline pengumpulan cerpen (baca: kayaknya sih besok). Gue lagi gandrung sama cerpen-cerpen nya Seno Gumira Ajidarma. Itu lho..cerpenis terkemuka yang gaya bahasanya ilusionis banget sekaligus irrasional dan ciamik banget. Dan kegandrungan gue ini bisa lo liat dari cerpen gue di bawah ini. Ngomong-ngomong, untuk Bu Nova yang udah menugaskan gue sebagai ketlas harus mengkoordinir tugas cerpen anak-anak sekelas sampe jadi buku antologi cerpen sekelas...thanks -____-.
Surat Untuk Tuhan
Di negeri ini, Negeri Bukan Dongeng, untuk berkomunikasi selain secara langsung, orang-orang hanya butuh selembar kertas, pena dan...aku. Seekor merpati pos.
Tentu saja merpati pos di negeri ini bukanlah hanya aku seekor. Aku dan kawananku membentuk semacam populasi terhormat di negeri ini. Bagaimana tidak, tanpa kami, alangkah kacau komunikasi dalam dan luar Negeri Bukan Dongeng. Kinerja kami tak perlu diragukan lagi. Berpadu dengan kecepatan dan. Hari ini kirim surat, hari ini pula sampai. Imbalan untuk kami cukup dengan makanan dan minuman khas kami setiap sampai satu surat. Konon, begitulah adanya kepiawaian ras kami-ras Delbar asli Belgia-dalam jasa pengeposan.
Reputasiku di Negeri Bukan Dongeng tak perlu ditanya. Meski bukan satu-satunya, namun aku termasuk yang paling diandalkan. Dalam sehari, bisa berpuluh-puluh surat aku sampaikan. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang dapat berkomunikasi melalui diriku. Seorang ibu yang rindu anaknya, seorang anak yang minta kiriman uang dari rantau, seorang bujang mengirim salam pada gadis pujaannya, seorang kekasih yang memutuskan cinta, seorang pedagang yang mengirim surat peringatan utang, seorang pengangguran melamar kerja, dan masih banyak lagi. Staminaku kuat untuk melakukan itu semua dengan darma bhakti ku bertahun ini. Dan aku,merpati pos bernama James Bond, boleh dengan jumawa mengatakan : tidak ada surat yang tak bisa kuantarkan, seberapa pun jauhnya itu.
***
Aku sedang bertengger di sebuah pohon ketika satu suara memanggilku. Aku mencari asal suara itu. Oh, suara itu berasal dari sebuah gubuk mungil di tengah hutan.
“Tuan James Bond !”
Ternyata yang memanggilku adalah seorang anak perempuan mungil. Kutaksir, ia barulah berusia sepuluh tahun. Sorot matanya terlihat sendu, seperti menyimpan kesedihan. Peenampilannya tak terawat seperti gubuk yang ditempatinya, dapat menggambarkan dari kelas masyarakat mana ia berasal. Tapi aku seorang profesional, tak pandang bulu siapapun klien ku.
“Aku harap Engkau dapat menyampaikan surat ini, Tuan James Bond. Tolonglah, aku sangat berharap”
Di Negeri Bukan Dongeng, seekor merpati pun tak bisa bicara. Maka, setelah mencecap makanan darinya, secepat kilat aku mengepakkan sayapku menjauh. Biasanya, aku baru membaca alamat surat setelah menghilang dari wajah si Pengirim. Kubaca alamat surat yang tertera di amplop : Untuk Tu...apa ?! Untuk Tuhan ???
***
Waktu adalah pembunuh. Reputasi adalah harga sebuah diri. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh. Aku telah melihat reputasi ku sebagai kehormatan.
Tetapi surat ini...oh, surat ini !
Rasanya seperti meremukkan seluruh keseharian ku. Atau mengejekku dengan cara yang tak ku mengerti. Aku merpati pos pantang untuk kembali pada si Pengirim. Namun aku tak tahu akan ku kemanakan surat ini. Alamat yang tertera terlalu rancu. Terlalu absurd. Terlalu agung. Tak tersentuh.
Waktu berjalan hingga sehari penuh itu ketika pertama kali aku menerima surat itu tanpa bisa kau mengepakkan sayapku kemana pun. Aku tak dapat menerima tugas lainnya sebelum tugas ini selesai. Dan aku harus mengantarkan surat ini sampai ke tujuan. Tapi..bagaimanakah caranya ?
Aku berpikir keras. Sampai sakit kepala dan bulu-bulu indah di sayapku mulai rontok. Aku hampir putus asa dan menghampiri kawananku, kutumpahkan segala gundah gulana ku.
“Mungkin Tuhan itu ada di langit ketujuh”
“Aku tak dapat terbang setinggi itu”
“Mungkin anak kecil itu hanya mengerjaimu saja”
“Tak mungkin”
“Apa ia tak salah tulis ?”
“Tentu saja tidak, tulisan tangannya tebal seperti ditekan. Tulisan penuh kemantapan”
“Apa Tuhan itu nama seseorang ?”
“Tak ada yang berhak menyandang nama seagung itu”
“Coba kita lihat isi suratnya”
“Kita menjaga kerahasiaan bukan, Kawan ?”
Percuma. Tak ada yang bisa membantuku mencari jalan keluar. Dan aku pun tak melihat ada jalan keluar dari masalah ini. Oh bagaimana mungkin anak perempuan itu bisa menimpakanku masalah sepelik ini ?
Hari-hari berlalu, aku serasa lumpuh. Aku tak tahu harus diapakan surat itu. Aku berjalan kesana kemari, menjepit surat itu di jariku dengan bodoh. Galau segalau-galaunya. Akibat aku tak mengantarkan surat satu pun, aku pun tak makan pula selama berhari-hari. Tubuhku melemah, lebih dari itu, aku putus asa.
Kuputuskan untuk kembali pada si Pengirim. Biarlah dunia mengutukku. Aku tak peduli, tersiksa dan terlanjur putus asa.
Gubuk itu masih ada, betambah reyot. Anak perpempuan itu masih ada, sedang menangis sejadi-jadinya. Seekor merpati lain yang kutemui di sekitar mengatakan bahwa ibunda nya telah meninggal dunia. Aku terhenyak. Tubuhku seolah mati rasa.
Sebelum akhirnya aku terhuyung dan pergi sejauh-jauhnya dari Negeri Bukan Dongeng melarikan malu, kubaca surat terkutuk itu.
‘Tuhan,
Ibuku sedang sakit parah. Kumohon kirimkanlah sedikit uang dan obat. Terimakasih, Tuhan’
Selasa, 05 Oktober 2010
Rabu, 29 September 2010
Tidur Siang....
Hal yang selalu gue syukuri dalam satu hari adalah ketika gue dapet kesempatan untuk tidur siang. Ugh, rasanya precious banget. Walau cuma sebentar, mimpinya juga aneh-aneh (baca : ngejar macan, dicipika cipiki sama RAN, dsb)...tapi tidur siang itu rasanya nikmaaat.
Gue selalu mensyukuri (dan tentu saja menikmati) tiap detik dalam tidur siang gue. Tidur siang itu menyeimbangkan tubuh dan menyehatkan jiwa. Tidur siang oh tidur siang !
Gue selalu mensyukuri (dan tentu saja menikmati) tiap detik dalam tidur siang gue. Tidur siang itu menyeimbangkan tubuh dan menyehatkan jiwa. Tidur siang oh tidur siang !
What Can You Do On Your Roof ?

In this photo : Gue dan Eja
Location : Atap rumahnya Eja.
Theme Song : Negeri di Atas Awan-Katon Bagaskara
Beruntunglah bagi lo yang rumahnya tingkat dengan balkon yang langsung punya akses ke atap. Itu artinya lo ‘dikaruniai’ sebuah spot nyaman dan unik berupa...atap ! Ya, gak hanya melindungi lo sekeluarga dari hujan dan terik matahari, sebuah atap juga mempunyai fungsi-fungsi lainnya yang bisa lo gunain. Berikut hal-hal yang bisa lo lakuin di atas sana :
1. Cari Inspirasi
Biar afdol nan keren, lo bisa genjreng genjreng gitar juga. Nyanyiin lah lagu yang gue rekomendasikan jadi theme song di atas, niscaya lo akan mendapat ilham bagaimana cara ngegebet Ilham anak Pak RT. Kalo lo gak bisa main gitar, gak perlu khawatir sobat, inspirasi bisa dateng dari mana aja. Atau setel aja MP3 dari hape lo. Lo juga bisa bawa kertas plus pulpen..bisa aja lo jadi nemu ide untuk ngegambar sesuatu, bikin puisi atawa lirik lagu. Gak punya kertas dan pulpen ? Alamak kasian sekali kau...yaudah, lo cukup duduk mengamati sekitar lo aja. Amatilah kehidupan di sekitar lo, si Iyem pembantu sebelah yang rajin bener nyapu halaman, si Doggy yang nyalak-nyalak begitu liat lo dikira lo itu maling tapi dia gak bisa berbuat apa-apa, atau si Eneng Manis yang baru pulang sekolah lewat depan rumah lo. Selamat Mencari Inspirasi, Boy !
2. Main Layangan
Yang perlu lo perhatiin disini, main layangan nya jangan napsu yak, soalnya salah salah langkah lo bisa jatoh. Mainkanlah layangan sebagai just for fun aja, jadi lo gak terlalu semangat banget...santai aja. Hiraukanlah sejenak ajakan si Otong anak tetangga lo untuk ngadu layangan. Bilang sama dia : pemenang sejati tidak perlu berkompetisi (bengong deh si Otong dibilangin gitu).
3. Foto-foto
Yaiyalaaah ya cyiiin. Jangan sia-siakan kesempatan untuk foto-foto di atas atap. Posenya terserah : mau jungkir balik, kayang, ala Titanic...makin gokil makin keren hasilnya. Jangan kalem-kalem aja kayak foto gue di atas. Bagi lo yang emang suka bermain-main dengan SLR, maksudnya motret gitu...ada banyak sekali objek yang lo bisa ambil lewat atap rumah lo. Oh yeah...
4. Best Moment
Naiklah ke atap pas dua bes moment ini : sunset dan sunrise. Keindahan sunset dan sunrise konon membuat yang melihatnya jadi lebih mensyukuri hidup sehingga sekalipun lagi di atas atap gak terpikir untuk terjun bebas ke bawah.
Sayangi atapmu !
Minggu, 26 September 2010
My Days Without You
Sometimes I wanna live in my dreams, where everything and everyone are amazing and importantly, where you love me.
Soundtrack : Biar dapet feelnya, dengerin deh Choumgujariye-Lee Bo Ram atau oke deh, kalo susah nyarinya bisa diputer tuh ‘the damned’ A Lonely September-Plain White T’s.
Hari pertama
‘Kita Putus’
‘Apa masalahnya ? Terserah lo deh mau apa’
Ini kayak di adegan film Laskar Pelangi dimana Ikal mengetahui A Ling telah pindah ke Jakarta. Semua background di belakang Ikal : ya panci, bakul, ember, sapu, perkakas-perkakas barang dagangan si Engko seperti jatuh berhamburan semua sedangkan Ikal cuma bisa melongo. Mendeskripsikan gimana dunia serasa runtuh jika hati lo patah. Ya kira-kira begitulah reaksi gue saat baca balasan SMS dari dia. Gue ingin teriak, ‘HEH BUKAN KAYAK BEGINI CARANYA !’, tapi gue tetep diam aja kayak patung, membeku...i’m freezing. Yang keluar dari mulut gue justru, “Jangan nagis, Sar...jangan nangis !”. Ajaib, gue gak nangis. Gak kayak sesi patah hati gue lainnya, kini gue bisa putus dengan seseorang tanpa nangis ! Gue rasanya gak percaya gue bisa gak nangis.
Seharian itu gue meng gak nangis....tapi gue bengong. Gue sempet cerita perihal gue putus ke sahabat gue, Eci, namun gue pun akhirnya juga merasa enggan untuk cerrita lebih banyak. Gue ngelamun terus-terusan. Bukan, gue bukannya mikirin tentang dia, kenapa ini semua terjadi, kenangan, masalah yang ada di antara kita (meski gue pengen juga mikirin hal itu), tapi ada sesuatu yang membuat otak gue untuk gak usah mikir sama sekali. Ngelamun aja. Just bengong. Gue makan, nonton TV, dengerin musik, beresin kamar, ngelakuin pekerjaan-pekerjaan rumah, ngerjain tugas sekolah...semuanya berlangsung seperti biasa. Tapi gue tahu ada yang salah, karena gue melakukan semua itu diiringi lamunan gue, bahkan seharian itu gue sama sekali gak bicara sama keluarga gue. Untung hari itu libur, kalo gak bisa kacau banget gue keliatannya. Sampai gue akhirnya merebahakan badan gue, merapatkan selimut, bersiap untuk tidur, gue sadar hati gue teramat sakit.
Minggu pertama
Gue harus baik-baik aja.
Itu tekad gue setelah gue bangun keesokan harinya setelah hari yang mengerikan itu. Gue pun menghibur diri gue selama seminggu itu. Mumpung masih liburan juga. Gue banyak keluar rumah, main sama temen-temen gue, ketawa-ketawa, ngobrol sebanyak mungkin sama orang-orang, bahkan satu minggu itu gue nonton bioskop sampe tiga kali (!). Gue banyak coba game-game baru, makin banyak novel yang gue baca dan gue pinjem DVD sana-sini. Apa aja, yang penting bisa mengalihkan diri gue. Awalnya gue pikir ini akan berhasil. Sampai suatu pikiran aneh merasuk dalam diri gue : gue cuma membohongi diri gue sendiri. Kurang asem nya, pikiran aneh itu jadi bikin gue kecapekan. Capek, untuk terus menghibur diri gue sendiri. Padahal gue dan semua orang pun tahu kalo putus cinta itu berat. ZZZ BANGET.
Seseorang yang lain
Ada seseorang yang lain deketin gue. Orang ini sebenernya udah lama suka sam gue, dari sebelum gue jadian sama mantan gue ini. Gue simpatik dengan caranya menghibur gue dan berusaha mengetuk pintu hati gue (ceila). Kadang gue pikir, mungkin gue harus membuka hati gue. Tapi kalo gue teringat lagi dengan orang yang baru saja berpisah dengan gue, rasanya....gue terlalu naif. Gue butuh waktu. Time heals every wound, I believe that. Untungnya orang ini pun gak mau menunggu gue terlalu lama dan akhirnya mencari pengganti gue yang gak lain adalah sahabat gue sendiri. Gue sempet sebel yang agak konyol pada awalnya karena kesannya antara gue dan temen gue ini kayak dipermainkan, tapi yaudahlah, gue emang gak suka dia toh dari awalnya. Rasanya gue pengen masuk aja ke dalam videoklip Sherina yang lagu ‘Sendiri’ itu.
Thanks To My Teachers
Awalnya gue sempet sebel dengan guru-guru di sekolah gue yang gak kira-kira memberikan tugas selama liburan. Hari libur kok ada tugas ? Itu namanya hari tugas, bukan hari libur...ah, siapa yang menyangka tugas-tugas itu ternyata berguna juga (ya emang ada gunanya dodol !). Gue alihkan semua pikiran gue dengan ngerjain tugas-tugas, dan bikin kepala gue jadi migrain terus tiap selesai mengerjaknnya. Anehnya, I enjoyed it. Tugas selesai, pikiran gue pun teralihkan. Gak cuma teralihkan, tapi bikin senut-senut pula. Makasih Bapak Ibu Guru =)
Gendut ? I don’t care !
Gue banyak makan yang enak-enak. Gue jadi kayak Garfield, kalo makanan yang dikasih gak enak, gue gak mau makan...ya nyari makanan sendiri lah. Pokoknya gue harus makan enak. Gue jadi banyak ngemil, makan buah, makan mulu deh. Yang aneh, orang-orang malah bilang gue kurusan ??? Oh ya, mungkin makanan yang masuk ke tubuh gue terkikis oleh penderitaan batin. Hahaha. Terutama gue suka coklat, es krim, chiki-chiki, makanan anak kecil semuanya gue suka. Dei memenuhi hobi baru gue (baca: jajan) gue pun mengumpulkan duit jajan gue. Gue jadi rajin icip-icip nyoba tempat makan baru. Sampai akhirnya gue keknyangan, gue pun jadi sering tidur. Dan disinilah masalahnya dimulai...
Gue bingung nyebut ini nice dream atau nightmare ya ?
Tadi gue udah bilang, masalah mulai timbul karena gue mulai suka tidur. Tidur pun jadi pelarian gue dari smeua masalah. Gue jadi makin sering ngantuk pula di kelas. Kenapa gue jadi suka tidur, karena entah kenapa, gue yang biasanya jarang mimpi, jadi sering mimpi. Dan mimpi gue sekarang kebanyakan adalah tentang mantan gue itu. Oh, bukan kebanyakan, tapi semuanya. Emang gak tiap hari, sering juga gue gak mimpi apa-apa, atau kalaupun mimpi, gue lupa mimpi apa. Gimana mimpi gue tentang mantan gue itu ? Ah, ribet banget sih pake nyebut mantan. Ya sebut aja namanya Nando, itu panggilan gue untuk dia, disingkat dari nama Fernando. Dan tebak apa nama yang dia kasih untuk gue ? Rosa atau Rosalinda. Hahaha...konyol emang.
Nah, mengenai mimpi gue ini bervariasi. Dari mulai mimpi waktu jaman-jaman pdkt dulu pas kita diceng-cengin...mimpi kita masuk ke film Inception lah (film yang kita tonton pas dia nembak gue), mimpi gue dikenalin ke keluarganya (hah???), mimpi gue ngoreksi kertas ulangan dia dan nilai dia bagus banget sendnagkan gue jelek banget, mimpi lagi nungguin dia maen voli lama banget...dan beberapa mimpi lain yang gak gue inget, tapi ada dia nya. Ckckck, gue pasti udah gila.
Seorang temen naya ke gue gini, “Sar, masih suka nangis inget dia ?”
Gue jawab, “Gak tuh”
Temen gue sempet menunjukkan ekspresi heran, lalu gue menambahkan, “ Gue gak pernah nangisin dia, karena gue gak mau. Tapi tiap malem gue selalu mimpiin dia”
Temen gue ngeliat gue dengan tatapan iba, “Sabar ya...pasti sakit banget ya rasanya...gue tau kok”
Gue tersenyum pahit.
Lalu kata temen gue lagi, “Kalo perasaan yang dipendam, pasti lebih sakit. Berarti lo emang udah sakit hati banget sama dia”. Kata-kata temen gue itu mengingatkan gue dengan salah satu quote yang gue jadiin favorite dari twitter @TumblrSays : “Silence is a girl’s loudest cry”. Mungkin...ya mungkin...
Gue menulis ini bukan karena gue gak ada bahan lagi untuk ditulis di blog ini. Gue nulis blog ini karena tadi pagi untuk pertama kalinya gue nangis setelah sekian lama gue gak nangis. Semalem, gue mimpi Nando ngajakin gue balikan pas jam istirahat. Absurd banget emang tuh mimpi. Dan gue nerima ajakan baliknya ! Kita jadi bahagia lagi kayak dulu. Semuanya terasa begitu nyata. Hahaha...itu adalah salah satu hal yang gak mungin lagi terjadi di dunia ini. Lalu suara adzan subuh membangunkan gue...gue terjaga. Gue benci menyadari kalo semua hanyalah bunga tidur. Dan saat itulah, gue pun nangis....
Gue gak perlu ngerti apa yang terjadi
Untuk apa mengerti ? Toh itu semua tidak akan bisa mengembalikan keadaan. Bullshit lah supaya bisa memetik hikmah di baliknya. Yang gue tau cuma seekor keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Yang lalu biarlah berlalu. Biar gimanapun, gue harus tetep move on. Mungkin klise, tapi ya emang bener...life must go on. Bagusnya, manusia punya semacam kekebalan mengahadapi berbagai masalah dalam hidupnya.Gue sebut ini antibodi ajaib karena gratis, pasti dimiliki semua manusia, gak ada masa kadaluwarsa, paling ampuh dan paling canggih gak ada bandingannya di seluruh dunia. Gue akan mengembangkan an tibodi ajaib ini agar terus membelah diri dalam sistem imun diri gue sampai gue bener-bener kuat lagi. Gue yakin gue bisa.
“Well I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close and share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back, but I know you did”
Soundtrack : Biar dapet feelnya, dengerin deh Choumgujariye-Lee Bo Ram atau oke deh, kalo susah nyarinya bisa diputer tuh ‘the damned’ A Lonely September-Plain White T’s.
Hari pertama
‘Kita Putus’
‘Apa masalahnya ? Terserah lo deh mau apa’
Ini kayak di adegan film Laskar Pelangi dimana Ikal mengetahui A Ling telah pindah ke Jakarta. Semua background di belakang Ikal : ya panci, bakul, ember, sapu, perkakas-perkakas barang dagangan si Engko seperti jatuh berhamburan semua sedangkan Ikal cuma bisa melongo. Mendeskripsikan gimana dunia serasa runtuh jika hati lo patah. Ya kira-kira begitulah reaksi gue saat baca balasan SMS dari dia. Gue ingin teriak, ‘HEH BUKAN KAYAK BEGINI CARANYA !’, tapi gue tetep diam aja kayak patung, membeku...i’m freezing. Yang keluar dari mulut gue justru, “Jangan nagis, Sar...jangan nangis !”. Ajaib, gue gak nangis. Gak kayak sesi patah hati gue lainnya, kini gue bisa putus dengan seseorang tanpa nangis ! Gue rasanya gak percaya gue bisa gak nangis.
Seharian itu gue meng gak nangis....tapi gue bengong. Gue sempet cerita perihal gue putus ke sahabat gue, Eci, namun gue pun akhirnya juga merasa enggan untuk cerrita lebih banyak. Gue ngelamun terus-terusan. Bukan, gue bukannya mikirin tentang dia, kenapa ini semua terjadi, kenangan, masalah yang ada di antara kita (meski gue pengen juga mikirin hal itu), tapi ada sesuatu yang membuat otak gue untuk gak usah mikir sama sekali. Ngelamun aja. Just bengong. Gue makan, nonton TV, dengerin musik, beresin kamar, ngelakuin pekerjaan-pekerjaan rumah, ngerjain tugas sekolah...semuanya berlangsung seperti biasa. Tapi gue tahu ada yang salah, karena gue melakukan semua itu diiringi lamunan gue, bahkan seharian itu gue sama sekali gak bicara sama keluarga gue. Untung hari itu libur, kalo gak bisa kacau banget gue keliatannya. Sampai gue akhirnya merebahakan badan gue, merapatkan selimut, bersiap untuk tidur, gue sadar hati gue teramat sakit.
Minggu pertama
Gue harus baik-baik aja.
Itu tekad gue setelah gue bangun keesokan harinya setelah hari yang mengerikan itu. Gue pun menghibur diri gue selama seminggu itu. Mumpung masih liburan juga. Gue banyak keluar rumah, main sama temen-temen gue, ketawa-ketawa, ngobrol sebanyak mungkin sama orang-orang, bahkan satu minggu itu gue nonton bioskop sampe tiga kali (!). Gue banyak coba game-game baru, makin banyak novel yang gue baca dan gue pinjem DVD sana-sini. Apa aja, yang penting bisa mengalihkan diri gue. Awalnya gue pikir ini akan berhasil. Sampai suatu pikiran aneh merasuk dalam diri gue : gue cuma membohongi diri gue sendiri. Kurang asem nya, pikiran aneh itu jadi bikin gue kecapekan. Capek, untuk terus menghibur diri gue sendiri. Padahal gue dan semua orang pun tahu kalo putus cinta itu berat. ZZZ BANGET.
Seseorang yang lain
Ada seseorang yang lain deketin gue. Orang ini sebenernya udah lama suka sam gue, dari sebelum gue jadian sama mantan gue ini. Gue simpatik dengan caranya menghibur gue dan berusaha mengetuk pintu hati gue (ceila). Kadang gue pikir, mungkin gue harus membuka hati gue. Tapi kalo gue teringat lagi dengan orang yang baru saja berpisah dengan gue, rasanya....gue terlalu naif. Gue butuh waktu. Time heals every wound, I believe that. Untungnya orang ini pun gak mau menunggu gue terlalu lama dan akhirnya mencari pengganti gue yang gak lain adalah sahabat gue sendiri. Gue sempet sebel yang agak konyol pada awalnya karena kesannya antara gue dan temen gue ini kayak dipermainkan, tapi yaudahlah, gue emang gak suka dia toh dari awalnya. Rasanya gue pengen masuk aja ke dalam videoklip Sherina yang lagu ‘Sendiri’ itu.
Thanks To My Teachers
Awalnya gue sempet sebel dengan guru-guru di sekolah gue yang gak kira-kira memberikan tugas selama liburan. Hari libur kok ada tugas ? Itu namanya hari tugas, bukan hari libur...ah, siapa yang menyangka tugas-tugas itu ternyata berguna juga (ya emang ada gunanya dodol !). Gue alihkan semua pikiran gue dengan ngerjain tugas-tugas, dan bikin kepala gue jadi migrain terus tiap selesai mengerjaknnya. Anehnya, I enjoyed it. Tugas selesai, pikiran gue pun teralihkan. Gak cuma teralihkan, tapi bikin senut-senut pula. Makasih Bapak Ibu Guru =)
Gendut ? I don’t care !
Gue banyak makan yang enak-enak. Gue jadi kayak Garfield, kalo makanan yang dikasih gak enak, gue gak mau makan...ya nyari makanan sendiri lah. Pokoknya gue harus makan enak. Gue jadi banyak ngemil, makan buah, makan mulu deh. Yang aneh, orang-orang malah bilang gue kurusan ??? Oh ya, mungkin makanan yang masuk ke tubuh gue terkikis oleh penderitaan batin. Hahaha. Terutama gue suka coklat, es krim, chiki-chiki, makanan anak kecil semuanya gue suka. Dei memenuhi hobi baru gue (baca: jajan) gue pun mengumpulkan duit jajan gue. Gue jadi rajin icip-icip nyoba tempat makan baru. Sampai akhirnya gue keknyangan, gue pun jadi sering tidur. Dan disinilah masalahnya dimulai...
Gue bingung nyebut ini nice dream atau nightmare ya ?
Tadi gue udah bilang, masalah mulai timbul karena gue mulai suka tidur. Tidur pun jadi pelarian gue dari smeua masalah. Gue jadi makin sering ngantuk pula di kelas. Kenapa gue jadi suka tidur, karena entah kenapa, gue yang biasanya jarang mimpi, jadi sering mimpi. Dan mimpi gue sekarang kebanyakan adalah tentang mantan gue itu. Oh, bukan kebanyakan, tapi semuanya. Emang gak tiap hari, sering juga gue gak mimpi apa-apa, atau kalaupun mimpi, gue lupa mimpi apa. Gimana mimpi gue tentang mantan gue itu ? Ah, ribet banget sih pake nyebut mantan. Ya sebut aja namanya Nando, itu panggilan gue untuk dia, disingkat dari nama Fernando. Dan tebak apa nama yang dia kasih untuk gue ? Rosa atau Rosalinda. Hahaha...konyol emang.
Nah, mengenai mimpi gue ini bervariasi. Dari mulai mimpi waktu jaman-jaman pdkt dulu pas kita diceng-cengin...mimpi kita masuk ke film Inception lah (film yang kita tonton pas dia nembak gue), mimpi gue dikenalin ke keluarganya (hah???), mimpi gue ngoreksi kertas ulangan dia dan nilai dia bagus banget sendnagkan gue jelek banget, mimpi lagi nungguin dia maen voli lama banget...dan beberapa mimpi lain yang gak gue inget, tapi ada dia nya. Ckckck, gue pasti udah gila.
Seorang temen naya ke gue gini, “Sar, masih suka nangis inget dia ?”
Gue jawab, “Gak tuh”
Temen gue sempet menunjukkan ekspresi heran, lalu gue menambahkan, “ Gue gak pernah nangisin dia, karena gue gak mau. Tapi tiap malem gue selalu mimpiin dia”
Temen gue ngeliat gue dengan tatapan iba, “Sabar ya...pasti sakit banget ya rasanya...gue tau kok”
Gue tersenyum pahit.
Lalu kata temen gue lagi, “Kalo perasaan yang dipendam, pasti lebih sakit. Berarti lo emang udah sakit hati banget sama dia”. Kata-kata temen gue itu mengingatkan gue dengan salah satu quote yang gue jadiin favorite dari twitter @TumblrSays : “Silence is a girl’s loudest cry”. Mungkin...ya mungkin...
Gue menulis ini bukan karena gue gak ada bahan lagi untuk ditulis di blog ini. Gue nulis blog ini karena tadi pagi untuk pertama kalinya gue nangis setelah sekian lama gue gak nangis. Semalem, gue mimpi Nando ngajakin gue balikan pas jam istirahat. Absurd banget emang tuh mimpi. Dan gue nerima ajakan baliknya ! Kita jadi bahagia lagi kayak dulu. Semuanya terasa begitu nyata. Hahaha...itu adalah salah satu hal yang gak mungin lagi terjadi di dunia ini. Lalu suara adzan subuh membangunkan gue...gue terjaga. Gue benci menyadari kalo semua hanyalah bunga tidur. Dan saat itulah, gue pun nangis....
Gue gak perlu ngerti apa yang terjadi
Untuk apa mengerti ? Toh itu semua tidak akan bisa mengembalikan keadaan. Bullshit lah supaya bisa memetik hikmah di baliknya. Yang gue tau cuma seekor keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Yang lalu biarlah berlalu. Biar gimanapun, gue harus tetep move on. Mungkin klise, tapi ya emang bener...life must go on. Bagusnya, manusia punya semacam kekebalan mengahadapi berbagai masalah dalam hidupnya.Gue sebut ini antibodi ajaib karena gratis, pasti dimiliki semua manusia, gak ada masa kadaluwarsa, paling ampuh dan paling canggih gak ada bandingannya di seluruh dunia. Gue akan mengembangkan an tibodi ajaib ini agar terus membelah diri dalam sistem imun diri gue sampai gue bener-bener kuat lagi. Gue yakin gue bisa.
“Well I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close and share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back, but I know you did”
Sabtu, 25 September 2010
#Nowplaying => A Lonely September





Jangan salah artikan judul di atas. Ini bukan tulisan yang isinya curhtan cengeng tentnag kesendirian atau kesepian. A Lonely September adalah sebuah demam yang sedang melanda...yah oke deh, orang-orang kesepian macam manusia-manusia di sekitar gue dan termasuk gue sendiri juga sih (titik dua malu). A Lonely September sebenernya adalah sebuah judul lagu yang dinyanyikan band Plain White T’s. Lagu unyu ini pertama-tama digandrungi oleh Dining( ). Gak diketahui alasan pasti kenapa Dining (foto cewek mungil dengan senyum sendu) suka lagu ini. Entah dia ngenes menjomblo, bosen idup atau emang lagi kesepian aja. Lalu kesukaannya ini pun ditularkan pada Bimo (foto cowo ganteng dalam nuansa black and white), gay masa depan, yang juga merasakan kesepian. Jadilah mereka pasang status yang sama di Facebook : A Lonely September : (. Di suatu tempat yang tak jauh dari Bimo alias sebangku dengannya di kelas, hiduplah seorang cowok bermuka sendok bernama Lucky (foto cowok sipit)yang jadi tertarik dengan A Lonely September gara-gara Bimo suka lagu itu. Sorry to say, emang ada cinta terlarang di antara mereka. Lucky pun ikut-ikutan pasang status Facebook : A Lonely September : (. Persebaran virus ini makin cepat dan akhirnya juga menjangkiti Eja alias Isnaen alias Nay alias Naen alias Iis foto cowok kacamata). Untuk singkatnya, sebut aja Eja (trus ngapain gue sebutin semua nama panggilannya coba?). Secara tidak sengaja pula, Eja membuat gue terkena virus tersebut dengan nyuruh gue nge like status Facebook nya yang bertuliskan ‘A Lonely September : (‘ juga ! What theeeeee.....dan sungguh mengherankan pula gue juga ikut-ikutan pasang status yang berbau A Lonely September. Dan gue menyalahkan Dining yang jadi pelaku utama penyebaran virus A Lonely September = => ‘@DiningTyas Ariana, lagu macam apa itu A Lonely September ? Bikin gue nges...nges...nges aja’. Bagi yang gak tahu arti ‘nges...nges...nges’ silahkan cari di kamus Kamasutra ya. Ternyata virus itu belum berhenti menyebar, ada pula seorang cewek bernama Savitri (foto cewek kacamata) yang biasa dipanggil Xavi dan katanya suka bgt sama binatang sapi yang jadi korban. Xavi jadi ikutan kena karena gue pasang status di Twitter ; #Nowplaying A Lonely September-Plain White T’s dan di retweet sama dia. Oh Gosh...lo bisa liat betapa dahsyatnya virus ini mewabah diantara kita (lebay mampus gue). Begitulah cerita manis penyebaran virus A Lonely September yang sungguh menakjubkan. Sampai sekarang sih belum terdeteksi lagi ada
Lalu, sebenernya apa sih A Lonely September itu ? Seperti yang udah gue jelasin tadi, A Lonely September adalah judul salah satu lagu band Plain White T’s. Konon, liriknya itu bikin orang-orang kesepian jadi makin terpuruk dan bisa bunuh diri. Hahaha. Anyway, lagu ini cocok lah jadi soundtrack untuk menemani kesendirian lo uhuk uhuk. Ditambah dengan suara gitarnya yang ciamik nan mengagumkan. Nah, bagi lo yang belum tau lagunya kayak apa, silahkan lo search di Google atawa YouTube. Dan gue dengan baik hati pula akan secara cuma-cuma menyajikan liriknya yang sebenernya gue ambil secara copypaste juga sih. Hehehe.
A Lonely September
I'm sittin' here all by myself
just tryin' to think of something to do
Tryin' to think of something, anything
just to keep me from thinking of you
But you know it's not working out
'cause you're all that's on my mind
One thought of you is all it takes
to leave the rest of the world behind
[Chorus]
Well I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close and share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back, but I know you did
I'm sittin' here tryin' to convince myself
that you're not the one for me
But the more I think, the less I believe it
and the more I want you here with me
You know the holidays are coming up
I don't want to spend them alone
Memories of Christmas time with you
will just kill me if I'm on my own
[Chorus]
Well I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close and share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back
I know it's not the smartest thing to do
we just can't seem to get it right
But what I wouldn't give to have one more chance tonight
One more chance tonight
I'm sittin' here tryin' to entertain myself with this old guitar
But with all my inspiration gone it's not getting me very far
I look around my room and everything I see reminds me of you
Oh please, baby won't you take my hand
we've got nothing left to prove
[Chorus]
Well I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close and share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back, but I know you did
And I didn't mean to meet you then
we were just kids
And I didn't mean to give you chills
the way that I kiss
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back but I know you did
Don't say you didn't love me back 'cause you know you did
No, you didn't mean to love me back
But you did
Okay babes, come on sing along dan siap siaplah terjangkiti virus A Lonely September !
Sabtu, 18 September 2010
Get Over Him/Her !

Gue benci bilang ini-tapi ini kenyataan-melupakan mantan adalah salah satu hal yang paling sulit dalam kamus percintaan. Gak cewek gak cowok...ya oke deh, terutama cewek. Rasanya pun pas gue lagi ngetik tulisan ini, pikiran gue melayang pada seseorang yang statusnya udah jadi mantan......hhh. Gak enak lah ya, bo, emang kalo putus itu. Untungnya manusia juga dikaruniai kemampuan untuk bertahan, sembuh dari sakit hati dan melupakan. Syukur-syukur bisa memaafkan lebih bagus lagi karena : kalau Tuhan aja Maha Pemaaf, kanapa manusia enggak?
Disini gue cuma mau bahas beberapa tips yang bisa lo amalkan jika lo emang bener-bener niat mau ngelupain mantan lo. Soal rela nggak rela, itu lain lagi ya. Inget, ini cuma buat lo yang pengen hati lo sehat lagi, sembuh dari sakit. Jadi buat lo yang memang gak pengen melupakan mantan, ya gak usah baca tulisan ini. Karena sebelum lo baca tips-tips di bawah ini, lo harus menghapuskan dulu cap ‘masih sayng’ yang ada di jidat lo. Okeh ? ;p
First thing first, ganti julukan si dia di phonebook dari Honey, Bey, atau My Baby menjadi nama saja.
Penting nih, untuk mengganti status di Facebook, My Space, dan jejaring sosial lainnya. Jangan pernah terpikir untuk menggantinya jadi ‘complicated’, langsung saja ‘single’. Hal ini untuk menghilangkan harapan lo untuk menjadi’not complicated again’, padahal lo tahu hubungan kalian nggak bisa diperbaiki lagi.
Sisihkan barang yang punya sejarah di antara kalian.
Hindari tempat yang mengingatkan lo pada dia. Cari tempat nongkrong dan gaul baru yang sama sekali baru, dan memungkinkan lo nemuin gebetan baru.
Singkirkan muka melas dan kayak minta meber buat nampung air mata, saat ada yang bertanya kabar si mantan. Siapkan jawaban yang diplomatis dan positif.
Berhenti menceritakan berulang-ulang tragisnya eksekusi putusnya lo dan si dia ke orang-orang. C’mon, nggak semua orang harus update dengan kisah cinta lo kan ?
Stop calling him/her sampai lo sanggup :
-bisa santai nerima SMS darinya setelah sekian lama.
-nggak serangan jantung liat dia dengan gandengan baru.
-lupain rencana konyol untuk tampil se-stunning mungkin ketika bertemu dia dengan haraapan dia akan nyesel. Lebay ah !
Yak, bagi lo yang ingin punya masa depan yang cerah dan menata kembali hidup setelah putus, marilah kita sama-sama mengamalkan tips-tips di atas. Sebagai motivasi, inget-inget lah kata-kata ini :
“Waktu akan menyembuhkan setiap luka”
Gak usah berusaha terlalu keras juga, karena waktu bakal menjawab itu semua :)
Langganan:
Postingan (Atom)
